Efisiensi Puncak di Sepanjang Koridor Kereta Api Trans Guinea

Pada akhir tahun 2025, Jalur Kereta Api Trans-Guinea—yang menghubungkan deposit bijih besi Simandou kelas dunia ke Pelabuhan Morebaya—secara resmi memasuki fase uji coba operasional. Koridor strategis sepanjang 650 kilometer ini, yang dibangun selama empat tahun, membuka cadangan bijih besi bermutu tinggi terbesar di dunia yang belum dimanfaatkan dan siap untuk membentuk kembali arus komoditas global.
Di balik pencapaian infrastruktur penting ini berdiri kinerja tak kenal lelah dari lebih dari 1.300 truk tugas berat SHACMAN, yang beroperasi sepanjang waktu untuk menghubungkan zona pertambangan pedalaman dengan pantai Atlantik.

F3000 Super Edition dirancang secara presisi untuk kondisi tersebut. Untuk jalan pertambangan yang tidak beraspal, kendaraan ini dilengkapi dengan peningkatan perlindungan menyeluruh—mulai dari bumper depan dan tangki bahan bakar hingga lampu belakang. Tata letak sasis yang dioptimalkan secara signifikan meningkatkan jarak ke tanah, sehingga meningkatkan kemampuan melewati medan berat. Untuk menahan kelembapan dan debu, model ini memiliki struktur penyegelan yang ditingkatkan, alternator tertutup, dan pengencang tahan korosi, yang memastikan keandalan jangka panjang di lingkungan yang keras.
Armada Serbaguna yang Mendukung Setiap Tahap Konstruksi
Selain dump truck, unit traktor SHACMAN juga berperan penting dalam proyek ini. Berbagai konfigurasi traktor F3000 6×4 dikerahkan untuk memenuhi beragam kebutuhan operasional:
Model 380 HP — logistik kontainer
Model 400 HP — untuk pengangkutan bantalan rel dan material kereta api.
Model 430 HP — pengangkutan komponen jembatan tugas berat.
Selain itu, derek yang dipasang di truk SHACMAN memberikan dukungan penting untuk memindahkan peralatan teknik berukuran besar di sepanjang koridor konstruksi.
Penerapan Skala Besar Pertama Truk Pengangkut Super SHACMAN
Proyek Kereta Api Trans-Guinea merupakan penerapan besar pertama Truk Dump SHACMAN F3000 Super Edition, yang telah menunjukkan kemampuan adaptasi dan daya tahan yang luar biasa.
Iklim monsun tropis Guinea menghadirkan tantangan operasional yang ekstrem. Selama musim hujan, curah hujan di pesisir melebihi 4.000 mm, menuntut traksi ban yang unggul, kemampuan anti-korosi, dan kinerja pemulihan yang andal di lumpur yang dalam. Pada musim kering, suhu tetap di atas 30°C, dan lingkungan pertambangan yang berdebu memberikan tekanan berat pada sistem penyaringan dan pendinginan udara masuk.

Operasi Tanpa Gangguan Didukung oleh Layanan Kelas Dunia
Kinerja andal dari lebih dari 1.000 kendaraan SHACMAN—yang masing-masing memenuhi peran khusus—mencerminkan kekuatan produk dan keunggulan layanan.
Untuk memenuhi tuntutan intensitas tinggi dari Kereta Api Trans-Guinea, SHACMAN mengerahkan lebih dari sepuluh insinyur layanan profesional untuk menyediakan dukungan teknis di lokasi selama 24/7. Banyak dari spesialis ini telah ditempatkan di Guinea selama lebih dari tiga tahun, memastikan respons cepat dan pemecahan masalah oleh para ahli.
Melengkapi kehadiran di lokasi ini, jaringan layanan lokal dan gudang suku cadang SHACMAN yang telah mapan memastikan perawatan yang efisien dan waktu henti minimal untuk seluruh armada.
Selama upacara pengoperasian uji coba, seorang manajer proyek menyampaikan apresiasi yang tulus kepada tim SHACMAN:
“Truk-truk Anda tangguh dan andal, dan respons layanan Anda sangat tepat waktu. Atas nama Simandou, saya mengucapkan terima kasih kepada Anda semua.”

Mendorong Maju Koridor Pertambangan Paling Ambisius di Afrika
Mulai dari ketahanan terhadap iklim ekstrem hingga dukungan berkelanjutan di lokasi, kontribusi komprehensif SHACMAN terhadap Kereta Api Trans-Guinea menunjukkan kemampuan merek ini untuk mendukung proyek infrastruktur kelas dunia. Seiring dengan berjalannya waktu hingga kereta api beroperasi penuh, SHACMAN tetap berkomitmen untuk memberikan produk yang andal, layanan profesional, dan nilai jangka panjang kepada mitra di seluruh Afrika dan sekitarnya.